Jumat, 07 September 2012

ATM ERROR (Thai Movie 2012)

Kembali Thailand mengeluarkan sebuah film komedi romantis yang diperankan oleh Preechaya dan Chantavit. Film yang berjudul ATM Error ini memang memberikan nuansa baru bagi pencinta film comedy romantis. Sudah tidak asing lagi jika peraturan pada Bank adalah sesama karyawan dilarang pacaran, apalagi menikah. Siapa sangka Jib (Preechaya Pongthanikorn) dan Sua (Chantavit Dhanasevi) menjalin hubungan pacaran mereka selama tiga tahun tanpa ada orang lain yang mengetahui.

Tiba – tiba Jib menemukan bukti – bukti foto di facebook yang menunjukan bahwa ada karyawan di Bank JNBC tersebut yang berpacaran. Akhirnya Jib setelah bertemu dengan Sua mengatakan bahwa ia ingin mereka putus karna tidak ingin nasib mereka sama dengan karyawan yang barusaja dipecat, namun Sua melarangnya, justru ia memesan paket pesta pernikahan di sebuah hotel.

Permasalahan pun terjadi, ATM Bank JNBC mengalami kerusakan dan setiap pengambilan nominalnya selalu menjadi dua kali lipat. Kesalahan teknis ini membuat semua orang mengambil uang di atm tersebut dan mengakibatkan banyak kerugian pada Bank JNBC. Jib kemudian diminta untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

Sua bertaruh pada Jib, jika ia bisa menemukan siapa pelaku – pelaku tersebut maka ia meminta Sua untuk berhenti dari pekerjaannya. Tapi jika ia gagal, maka yang harus keluar adalah dirinya sendiri. Jib menerima tantangan tersebut dan ikut memecahkan masalah tersebut tanpa sepengatahuan Sua.

Setelah melewati banyak rintangan dan hal – hal kocak diantara mereka, akhirnya mereka sama – sama menemukan pelakunya. Namun, masalah kemudian terjadi, anak dari pimpinan Bank tersebut menemukan sebuah kertas yang ditulis oleh Sua kepada Jib. Tulisan tersebut menunjukkan bahwa Sua dan Jib akan segera menikah.

Jib memutuskan untuk keluar dari Bank tersebut, pernikahannya pun gagal. Sampai akhirnya pada malam Halloween, tanpa sengaja mereka bertemu dan memutuskan untuk merencanakan pesta pernikahan mereka kembali.

Banyak sekali adegan – adegan yang mengundang gelak tawa. Back sound dari film ini juga sangat mendukung. Para pemain sangatlah menyatu dengan karakter mereka di film ini. Chemistry antar pemain juga terjalin dengan baik. Diakhiri dengan adegan romantis diantara Jib dan Sua, film ini sukses menjadi film komedi romantis Thailand di tahun 2012. Selamat Menonton!




Kamis, 06 September 2012

A Little Bit of Heaven

Film yang di release pada tahun 2011 ini memberikan nuansa berbeda dari film – film komedi romantis lainnya. Disutradarai oleh Nicole Kassel, film ini mampu menguras air mata penontonnya. Bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki penyakit kanker usus besar, Marley (Kate Hudson) mencoba menutupi semua kesedihannya dihadapan orang – orang terkasihnya. Marley ada sosok perempuan yang periang, memiliki  banyak teman, dan tidak pernah mau berkomitmen dengan laki – laki manapun. Setelah mengetahui bahwa Marley mengidap penyakit kanker, Ibu Marley (Kathy Bates) kembali pada Marley untuk mengurusnya. Namun Marley yang memiliki kenangan buruk bersama orang tuanya ini, sangatlah sulit untuk kembali berdamai.

Marley yang dirawat oleh seorang dokter tampan, yaitu Julian (Gael Garcia) ternyata memiliki rasa ketertarikan pada dokter tersebut. Begitu pula Julian, hanya Marley yang dapat membuatnya banyak bercerita. Julian mencintai Marley apa adanya, bukan karna kasihan sedikitpun.

Marley dua kali bermimpi bertemu Whoopi di langit yang memintanya untuk mengatakan tiga permintaan. Di mimpi pertamanya Ia berkata ingin dapat terbang, kemudian dimimpi keduanya Ia mengatakan bahwa Entahlah apa yang terjadi pada ibunya jika ia meninggal nanti, dan yang ketiga ia berkata bahwa ia belum memiliki orang terkasih yang menyayanginya. Namun Whoopi menjawab bahwa Marley telah memiliki segalanya sekarang.

Film ini benar – benar menyentuh perasaan. Dari segi ide cerita, film ini patut diacungi jempol. Namun ada yang mengganjal ketika menonton film ini. Dokter Julian yang diperankan oleh Gael Garcia ini memiliki badan yang lebih pendek dibanding dengan Marley, jadi ketika ia berdiri bersama Marley (Kate Hudson), terlihat perbedaan  yang menonjol diantara mereka.

Sedih, tawa, senang, haru, bercampur aduk dalam rentetan cerita yang kemudian dinamai “A little bit of Heaven”. Happy Watching!!!!!



Expendables 2

Film yang dimainkan oleh kumpulan para actor hollywood ini benar – benar jauh dari kata “WOW”. Film yang tayang pada tanggal 16 Agustus 2012 ini sangat mudah untuk ditebak jalan ceritanya. Diawali dengan adegan action yang melibatkan antara Barney Ross (Sylvester Satllon) bersama anggota exendables lainnya yang tengah berusaha untuk menyelamatkan seorang sandera berkewarganegaraan Cina. Mereka akhirnya mengetahui bahwa Trench (Arnold Schwarzennegger) juga ikut disandra. Seperti yang sudah diduga, proses penyelamatan ini berjalan dengan mudah. Namun, ketika mereka akan melarikan diri dari daerah yang telah terkepung oleh kawanan musuh ini, Ross dan Lee Christmas (Jason Statham) terjebak dan dikepung oleh kawanan musuh. Seperti yang sudah saya duga, tiba – tiba seorang anggota baru expendables yaitu Billy (Liam Hemswort) menembaki para musuh dari bukit dan berhasil menyelamatkan dua temannya ini.

Sekembalinya mereka dengan selamat Mr. Church (Willis), menugaskan Maggie untuk mengambil peta digital yang berisi informasi dari lokasi bahan peledak plutonium. Ditemani oleh tim exendables, akhirnya berhasil mengambil peta digital tersebut. Namun naas tak dapat ditolak, Jean Vilian (Van Damme) menawan Billy dan meminta Ross memberikan peta digital tersebut. Setelah Ia mendapatkannya, tanpa basa – basi, Jean Vilian membunuh Billy. Ross dan anggota Exendables merencanakan untuk membalas dendam.

Setelah Vilian mengetahui dimana keberadaan Plutonium tersebut, Ia mempekerjakan dengan paksa warga yang ada disekitar sana. Namun kemudian Ross dan yang lainnya datang untuk menyelamatkan mereka. Mereka sebelumnya sempat terkurung didalam gua yang berisi plutonium tersebut, namun Trench datang menyelamatkan mereka. Dan pertempuran antara mereka pun terjadi, sampai akhirnya Ross pun menang ketika harus berhadapan dengan Vilian.

Jalan cerita dari film ini sangat mudah ditebak. Film ini hanya mengandalkan para actor – actor Hollywood yang sudah terkenal saja. Tapi dari segi cerita, film ini sangat jauh dari kesan memuaskan. Namun, banyak adegan dan percakapan dari mereka yang mengundang gelak tawa. Selamat Menonton!



Jumat, 31 Agustus 2012

Architecture 101 (K-Movie: 2012)

Pernahkah anda kembali bertemu dengan cinta pertama anda setelah terpisahkan belasan tahun? Archtecture 101/Introduction of Architecture ini mengangkat tema ‘Cinta tidak harus memiliki’. Diawal cerita dalam film ini kita akan diperlihat sosok Seung Min dan Seo Yeon dewasa. Setelah itu baru kemudian kita diajak untuk flashback pada Seung Min dan Seo Yeon  muda.

Seung Min muda (Lee Je Hoon) dan Seo Yeon muda (Bae Suzy) pertama kali dipertemukan di kelas Introduction of Architecture. Seung Min yang pemalu dan cupu ini akhirnya tanpa sengaja mengetahui bahwa Seo Yeon tinggal didaerah yang sama dengannya. Berbeda dengan Seung Min, Seo Yeon adalah gadis yang ceria. Seung Min berencana mengungkapkan rasa sukanya pada Seo Yeon dan berencana akan memberikan miniatur rumah idaman Seo Yeon. Namun, keselahpahaman pun terjadi, Seung Min melihat Seo Yeon berjalan dengan kakak kelas laki – laki nya yang juga merupakan teman Seung Min.

Belasan tahun terpisah, mereka akhirnya dipertemukan kembali pada saat Seo Yeon dewasa (Han Ga In) ingin merenovasi rumahnya yang berada di pulau Jeju dan membutuhkan seorang arsitektur, yaitu Seung Min (Eom Tae Woong). Pada awalnya Seung Min tidak mau mengambil pekerjaan itu, namun akhirnya atas permintaan bos nya, ia akhirnya menurutinya.

Seo Yeon tadinya mengira bahwa Seung Min belum memiliki kekasih, namun pertemuan pada satu malam itu menyadarkannya bahwa ternyata Seung Min akan menikah dengan rekan kerja di kantornya tahun itu juga. Seung Min akhirnya selesai mengerjakan proyek renovasi rumah Seo Yeon. Pada satu malam, Seung Min menemukan sebuah barang yang dibuatnya belasan tahun silam, yaitu miniatur rumah impian Seo Yeon. Sambil menangis, Seo Yeon mengakui bahwa Seung Min adalah cinta pertamanya.

Lokasi shooting dalam film ini berlangsung di Seoul dan Jeju Island. Architecture 101 ini dibuka pertama kali di box office Korea selatan pada bulan Maret 2012. Film ini telah terjual 3.390.000 tiket. Bisa dibayangkan saja, betapa orang – orang korea sangat menginginkan untuk menonton film ini. Apalagi Kita?

Film ini jauh dari kata minus. Semua casts benar – benar sempurna dalam perannya. Setting beserta ide ceritanya pun berbeda dari drama romance lainnya. Film ini benar – benar mampu menghipnotis kita untuk menontonnya berkali – kali. Selamat menonton!




Kamis, 30 Agustus 2012

Hello Stranger (Thai Movie)



Pernahkah anda liburan ke luar negeri sendirian dan akhirnya ketemu sama seseorang dari negeri asal yang asyik dan membuat kita jatuh cinta? Film ini jawabannya. Film bergenre comedy romantic yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun ini bisa dibilang sukses berat. Banjong selain piawai dalam menyutradarai film horror yang diantaranya adalah Phobia 2 dan Shutter ini juga berhasil membuat penggemarnya jatuh cinta pada film comedy romantic pertamanya ini. 
Film ini diawali dengan keberangkatan masing – masing tokoh ke Korea dengan alasan tersendiri. Sampai akhirnya tokoh laki – laki bertemu dengan tokoh perempuan di penginapannya. Mereka berdua akhirnya mengerti bahwa mereka sama – sama berasal dari Thailand. Mereka sama – sama tidak mau menyebutkan nama mereka dengan alasan jika besok mereka telah kembali ke Thailand mereka tidak perlu mencari satu sama lain. Akhirnya mereka berdua menjalani hari – hari liburan di Korea bersama – sama. Tokoh perempuan yang baru saja diputuskan oleh pacarnya ini sangatlah puas dan bebas karna menurutnya tidak ada lagi yang mengaturnya seperti anak kecil. Sampai akhirnya mereka harus berpisah karna mantan dari si tokoh laki – laki ini datang menyusulnya ke Korea dan mengatakan bahwa ia ingin menikah dengannya. 
Kesuluruhan kisah dalam film ini sangat menarik. Kebahagiaan, kesedihan, tawa, tangis, sedih, dan haru berhasil dimunculkan dalam film ini. Tokoh perempuan merupakan tokoh yang saya favoritkan. Bagaimana tidak, tokoh perempuan disini sudah cantik, lucu, mudah menangis, tetapi juga tidak pendendam. Ia benar – benar menguasai perannya disini. Begitu juga dengan sosok laki – laki disini, saya hampir salah mengira sosok ini diperankan oleh Christian Bautista, wajah dan potongan rambutnya benar – benar 11 – 12.  Tokoh laki – laki disini juga berhasil menghipnotis para penontonnya. Mereka benar – benar mendapatkan chemistrynya.
Meskipun film ini disajikan dalam dua jam penuh, namun jangan khawatir karna film ini memberikan bagian – bagian yang menghibur dan setting-nya pun di banyak tempat yang menarik. 
Overall, para pecinta film comedy romantic wajib menontonnya! Selamat menonton!

Perahu Kertas (2012)



Siapa yang menyangka novel dengan tingkat penjualan yang tinggi karya Dee dengan judul ‘Perahu Kertas’ ini difilm kan. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, Perahu Kertas berlayar di bulan Agustus 2012 lalu. Film ini merupakan bagian pertama dari seri film Perahu Kertas. Berkisah tentang Kugy (Maudy Ayunda) seorang mahasiswi sastra dan Keenan (Adipati Dolken) mahasiswa jurusan Ekonomi yang memiliki banyak rintangan dalam perjalanan cinta mereka. 
Kugy yang memang mencintai dunia sastra ini dipertemukan dengan keenan oleh sahabat mereka yaitu Nony (Sylvia Fully) dan Eko pacarnya (Fauzan Smith). Mereka berempat sama – sama berkuliah di Bandung. Permasalahan muncul ketika Keenan tau bahwa Kugy telah memiliki kekasih yaitu Ojos (Dion Wiyoko). Kemudian dibarengi dengan Noni yang memperkenalkan Keenan dengan sepupunya yaitu Wanda (Kimberly Ryder), Kugy akhirnya mengerti bahwa Noni berniat mencomblangkan Wanda dengan Keenan. Kugy sendiri tidak dapat menyatakan bahwa Ia menyukai Keenan karna kondisi yang terjadi pada saat itu tidak memungkinkan. Hubungan Keenan dan Wanda tidak berjalan dengan lurus. Keenan yang lebih memilih melukis ketimbang melanjutkan kuliahnya ini akhirnya pergi dari rumah dan meninggalkan Bandung menuju bali. Hubungan antara Keenan dan Kugy pun menjauh seiring dengan berjalannya waktu. Keenan akhirnya bertemu dengan Luhde (Elyzia Mulachela) keponakan dari Pak Wayan (Tio Pakusadewo). Sedangkan Kugy meluluskan kuliahnya dan bekerja di Advocado sebagai Copy Writer. Ia pun akhirnya bertemu dengan Remi (Reza Rahardian) yang menjabat sebagai bosnya di Advocado. Seiring dengan kebersamaan mereka, Kugy akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Remi, begitu pula Keenan dan Luhde. Sampai akhirnya Kugy dan Keenan bertemu kembali di acara pernikahan Noni dan Eko. 
Perahu Kertas merupakan karya Dee yang paling mudah untuk dipahami. Perahu Kertas menceritakan jatuh bangunnya meniti sebuah hubungan percintaan maupun persahabatan. Film ini pun akhirnya dengan sukses menghadirkan poin – poin utama dari novel tersebut. Film ini mampu menggambarkan setiap tokoh dan karakter mereka dengan cukup baik. Namun sedikit disayangkan tokoh Keenan yang diperankan oleh Adipati ini tidak mampu membangun karismatik seorang Keenan dengan baik. Keenan cenderung kurang ekspresif dalam perannya. Padahal ketika kita membaca novelnya, tokoh Keenan adalah sosok yang penuh karismatik dan lugas. Untungnya tokoh Eko dan Noni sangat membantu dalam film ini menjadi tidak menjenuhkan. Tokoh Kugy sendiri diperankan dengan baik oleh Maudy Ayunda. Berbeda dengan Adipati, lawan main Maudy yaitu Reza rahardian justru mampu menghipnotis penonton dengan karakter Remi yang diperankannya. 
Pengisahan Perahu Kertas berjalan dengan baik, meskipun ada beberapa bagian yang semu namun dari keseluruhan bagiannya, film ini telah sukses membuat penontonnya penasaran dengan bagian kedua dari seri film ini. Selamat Menonton!!

Kamis, 05 Juli 2012

The Amazing Spider-Man

Tahun ini (3 July 2012) Columbia Picture kembali me-release satu film superhero yang mengusung Marc Webb (Director of 500 days of Summer) sebagai sutradara dalam film The Amazing Spider-Man. Peter Parker atau pemeran Spider-Man sendiri diperankan dengan baik oleh Andrew Garfield.

Sama seperti film – film Spiderman sebelumnya tokoh Spider-man sendiri mengalami gigitan oleh laba – laba yang telah mengalami proses genetika. Meskipun pengantar dalam film ini bisa dibilang sama dengan film – film yang sebelumnya, namun alur cerita cukup memberikan nuansa yang berbeda. James Vanderbilt, Alvin Sargent dan Steve Kloves yang diusung sebagai penulis naskah dalam film ini mampu memberikan kesegaran cerita. Meskipun dalam film ini sedikit banyak mengambil cerita dari versi komiknya The Amazing Spider-Man.

Cerita dalam film ini diawali dengan menghilangnya orang tua dari Peter Parker. Parker kemudian tumbuh menjadi anak yang pendiam dan misterius. Ia tinggal bersama Pamannya (Uncle Ben-Martin Sheen) dan bibinya (Aunt May-Sally Field). Parker yang penasaran dengan menghilangnya kedua orang tuanya ini kemudian menemukan sebuah tas milik ayahnya yang berisi dokumen – dokumen penilitian ayahnya. Ia kemudian ingin menemui dr. Curt Connors yang bekerja sebagai peneliti di Oscorp. Dr. Connors adalah teman dari ayah Peter Parker. Disanalah kemudian Parker menyelinap masuk ditempat penelitian dimana terdapat banyak laba – laba yang telah mengalami modifikasi genetic. Peter Parker tidak dapat menghindari gigitan dari salah satu laba – laba yang ada disana. Ia kemudian menjadi sosok yang memiliki kekuatan fisik melebihi manusia lain.

Cerita dalam film ini kemudian dilanjutkan dengan sekuel dimana Peter Parker yang juga Spider-Man ini harus melawan dr. Connors yang telah berubah menjadi Kadal Raksasa yang menghancurkan segala hal tanpa kendali karna ia berhasil membuat eksperimen terbarunya untuk membuat dunia yang tanpa kelemahan.

Harus diakui, kemajuan cerita dan juga tokoh – tokoh dalam film ini cukup memuaskan. Namun yang harus disayangkan adalah ketika diawal cerita kenapa harus mengulang cerita seperti film – film sebelumnya. Dari segi visualisasi, hampir tidak ada masalah dalam film ini. Namun, ada satu tokoh dimana seharusnya Ia adalah cukup penting di awal, namun tidak lagi dihadirkan dalam ending film ini, yaitu Rajit Ratha (Irfan Khan). Patut di akui penyelesaian climax dalam film ini cukup baik, apalagi ditambah dengan kuatnya chemistry para pemeran yang benar – benar menyatu. Overall, film ini menjadi salah satu film superhero yang wajib ditonton. Selamat Menonton!



Senin, 02 Juli 2012

MIRROR MIRROR

Tidak jauh seperti film – film Snow White yang lain, film yang direlease pada tahun 2012 ini juga diawali dengan cerita yang sama. Dimana Snow White (Lily Collins) hanya dibesarkan oleh ayahnya yang seorang raja. Sampai akhirnya ayahnya menikah dengan perempuan jahat yang memiliki ilmu sihir. Ayah Snow White menghilang dan Snow White hanya dikurung dikamarnya. Ibu tiri Snow White (Julia Roberts) memimpin kerajaan, sampai akhirnya kerajaan tersebut bangkrut karna keborosan dari sang istri raja tersebut. Ia memaksa rakyat untuk memberikan uang pajak untuknya sampai akhirnya Snow White meninggalkan kerajaan dan melihat sendiri keadaan para rakyat. Disisi lain Pangeran Alcott (Armie Hammer) datang dari kerajaan lain dan ingin menjalin kerja sama dengan kerajaan tersebut. Ibu tiri Snow White berusaha merebut hati Pangera Alcott, sampai – sampai ia membuat sang pangeran jatuh cinta karna ia menggunakan ilmu sihirnya. Snow White yang akan dibunuh oleh Ibu tiri nya ini melarikan diri dan bertemu dengan 7 kurcaci. Dengan keberaniannya kemudian ia menculik sang pangeran di hari pernikahannya. Sampai akhirnya Snow White mencium Pangeran Alcott untuk menghilangkan sihir pada diri sang pangeran. Sang pangeranpun tersadar dan kemudian membantu snow white untuk memusnahkan ibu tirinya.

Film yang disutradarai oleh Jarsem Singh ini cukup memberikan animasi gambar yang baik, karna terlihat di sepanjang sekuel nya menghadirkan gambar yang penuh warna.

Lily Collins yang berperan sebagai Snow White juga sangat pas dalam film ini ketimbang K-Stewart dalam memerankan Snow White di film Snow White and The Huntsman. Namun, Julia Roberts terlihat kurang kejam difilm tersebut. Perlu diketahui bahwa film ‘Mirror Mirror’ ini memang diobrak-abrik oleh Jason Keller dan Marc Klein sebagai scriptwriter-nya, karna terlihat banyak adegan – adegan baru yang belum muncul di film – film Snow White sebelumnya.

Film ini bisa dibilang sangat berbeda dengan film Snow White and The Huntsman. Meskipun keduanya sama-sama mengambil cerita dongeng Snow White, namun banyak sekali perbedaan yang dalam visualisasinya. Film ini sangat colourful.

Sang sutradara ingin menghadirkan kesan berbeda dalam penyajian film ini. Dari judulnya saja “Mirror Mirror”, namun tetap saja sebagai penonton kita tidak dapat keluar dari ekspektasi bahwa film ini adalah film yang diadatasi dari dongeng Snow White. Meskipun Julia Roberts yang berperan sebagai ibu tiri yang jahat ini diawal film sudah menjelaskan bahwa ini bukan cerita tentang Snow White, tapi tentang dirinya sendiri. Mungkin ini bisa saja terwujud jikalau Mirror-nya sendiri banyak dimunculkan dalam film ini. Kenyataannya, Mirror sendiri hanya ditunjukkan 3 atau 4 kali saja.

Secara keseluruhan ceritanya datar, dan mudah ditebak. Sedikit kecewa ketika ending dalam film ini yaitu Snow White tiba – tiba menari. Sepertinya kurang cocok. Apalagi adegan tersebut terjadi setelah Snow White menolak memakan apel yang diberi oleh bekas ibu tirinya yang kemudian disusul dengan lenyapnya ibu tiri tersebut.

Rasanya film ini sudah cukup jika hanya ditonton blueray nya saja, tanpa perlu ke bioskop. Selamat Menonton!


Jumat, 29 Juni 2012

Snow White and The Huntsman

Snow White and The Huntsman, Siapa yang belum pernah mendengar cerita tentang Snow White. Dongeng yang hampir semua anak pernah mendengarnya ini telah dilayar lebarkan sebanyak tiga kali. Film ini secara garis besarnya mengutip cerita yang ada di dongeng Snow White, namun di kemas dengan sedikit berbeda.

Ayah Snow White adalah raja yang sangat disenangi oleh rakyatnya. Ia merupakan raja yang bijaksana dan memperhatikan rakyatnya. Namun kebahagiaan keluarga Snow White berkurang sejak meninggalnya Ibu Snow White. Ketika Ayah snow white berperang dan berhasil memenangkan peperangan tersebut, ia melihat seorang tawanan yang memiliki wajah cantik. Revenna (Charlize Theron), adalah tawanan yang kemudian diperistri oleh ayah Snow White. Namun, kebahagiaan itu pun lenyap sudah. Revenna membunuh ayah Snow White dengan sangat kejam pada malam pertama mereka. Revenna yang memiliki ilmu hitam ini kemudian mengurung Snow White (Kristen Stewart) sampai ia dewasa. Revenna sangatlah takut jikalau kecantikannya akan sirna seiring dengan umurnya. Maka dari itu ia selalu mencari gadis – gadis dan diserap energinya untuk menjaga kecantikannya. Kemudian, mirror yang selalu memberikan informasi pada Revenna ini mengatakan bahwa Snow White adalah satu – satunya perempuan yang akan menjaga kecantikannya terus menerus. Kemudian, Revenna mencari snow white yang ternyata telah kabur dari ruang kurungan di istana. Revenna mengutus the huntsman (Chris hemsworth) untuk mencari Snow White. Tapi ternyata the huntsman yang melihat ada kemiripan antara Snow White dengan istrinya yang telah meninggal ini memutuskan sebaliknya, yaitu membantu Snow White. Kemudian snow white bertemu dengan 7 dwarves dan mulai merencanakan pembalasan untuk menyerang Revenna dan pasukannya bersama para rakyat.

Mari kita mengangkat dua jempol untuk negeri sebrang yang sekali lagi mengeluarkan debut film bergenre action-adventure nya untuk para pecinta film. Film yang disutradari oleh Rupert Sanders ini masih mengakar pada cerita dongengnya sendiri. Terlihat jelas ketika snow white bertemu 7 kurcaci, adegan memakan apel, dan juga Snow White yang terbangun setelah dicium. Namun, dalam film yang berdurasi dua jam lebih ini banyak memberikan sekuel yang membosankan dan tidak terlalu dibutuhkan. Misalnya saja, ketika Snow White datang kesebuah desa yang para penghuninya adalah perempuan – perempuan berwajah rusak. Ya, kita tau sekuel ini akan mendukung kebiasaan revenna yang akan mengambil energy perempuan – perempuan cantik untuk mempertahankan kemolekan wajahnya, namun tanpa sekuel tersebut, cerita tetap dapat bagus kok.

Kemudian, mari kita menengok para casts di film ini. Alasan saya tetap menonton film ini adalah kuatnya peran revenna yang diperankan oleh Charlize Theron, actingnya sangat total dan maksimal. Ia mampu menghipnotis penontonnya untuk benar – benar membencinya karna kejahatannya tersebut. Namun, ini sangat tidak sebanding dengan acting Kristen stewart yang miskin ekspresi. Tampaknya peran sebagai Snow White ini terlalu berat untuknya. Wajah catik saja tidak menunjang kesuksesan perannya tersebut. K-stewart sangat berbanding terbalik dengan Revenna. Coba kita lihat di ending cerita. Charlize Theron sebagai Revenna dengan totalnya marah dan berkobar – kobar menghadapi Snow White. Tapi apa yang dilakukan K-stewart? Actingnya lempeng, datar, dan sekali lagi miskin ekspressi.

Jika dibandingkan dengan film – film Snow White yang sebelumnya disutradari oleh Grimm, film Snow White and The Huntsman merupakan film yang paling baik. Terlihat jelas film ini memasuki 15 film terpopuler untuk tahun ini. Selamat Menonton!



Jumat, 22 Juni 2012

Love, Wedding, Marriage

Film ini dimulai dengan pernikahan Ava (Mandy Moore) dan Charlie (Kellan Lutz). Ava bekerja sebagai konselor pernikahan, kelanggengan pernikahan Ibu dan Ayahnya yang hampir mencapai 30 tahunlah yang menjadi alasannya untuk memilih pekerjaan tersebut. Sedangkan Charlie memiliki perusahaan anggur. Pernikahan mereka yang baru berumur jagung tersebut diterpa masalah karna Charlie tidak begitu suka dengan kebiasaan Ava yang menomor dua kan keluarga setelah pekerjaannya. Apalagi ketika Ibu dan Ayah Ava tiba – tiba memutuskan ingin bercerai karna ternyata Ayah Ava pernah berselingkuh dan sampai memiliki anak dari selingkuhannya tersebut. Konsentrasi Ava pada rumah tangganya sendiripun  buyar, Ia berniat melakukan usaha apapun untuk menyelamatkan pernikahan orang tuanya.

Love, Wedding, Marriage. Film yang direlease pada tahun 2011 ini disutradarai oleh Mulroney. Ia adalah sutradara baru, setelah sebelumnya menjadi actor diberbagai film comedi romantic. Dari pengalamannya itulah, ia kemudian beralih  menyutradarai film Love, Wedding, Marriage. Namun pengalamannya menjadi actor masih belum mampu membuatnya sukses memproduksi film ini. Ia masih belum mampu membuat film ini bersaing dengan film drama comedi romantic lainnya.

Film ini sangat jauh dari harapan saya. Lutz disini sangatlah tidak maksimal dalam perannya. Semua terkesan pas – pasan. Dia hanya mengandalkan kesempurnaan fisiknya saja. Dari segi acting ia banyak memilih cari aman. Terlihat dari setiap adegan, ekspresinya selalu begitu – begitu saja. Benar – benar kurang maksimal dan beum mendapatkan chemistrynya. Mungkin ia lebih cocok dijadikan pemain figuran saja. Lutz memang akan jauh lebuh menarik jika menjadi figuran, seperti pada saat di film Twilight Saga.

Alur cerita dalam film ini, terlalu monoton dan mudah ditebak. Saya seperti sedang menonton sinetron ataupun telenovela. Bahkan saya tidak merasakan adanya climax dalam film ini, yah begitu saja, datar dan terlalu nangung, kurang menyentuh perasaan. Selamat Menonton!

Original soundtrack
1. Ain’t That a Kick in the Head – Dean Martin
2. Still The One – Brad Wood, dkk
3. A Falling Through – ray LaMontagne
4. Charlie Shavers
5. Po Boy
6. Don’t Gotta Work it Out – Fitz and The Taturms
7. It’s Rock and Roll – Steve Isles
8. Punctual as Usual – the Person Red Heads
9Moxy – Bill Anschell


From Prada to Nada

Director: Angel Garcia

Genre: Drama Romantic

Studio : Lionsgate

Length : 107 menit

Film ini bercerita tentang dua orang gadis yang bernama Nora (Camilla belle) dan Mary (Alexa Vega). Nora adalah mahasiswi hukum dan menurutnya ia belum pernah merasakan jatuh cinta, sedangkan Mary adalah adiknya yang sangat senang hura – hura dan juga berpesta. Mereka berdua tidak pernah hidup susah karena memiliki ayah yang kaya raya. Kesenangan mereka ini terhenti ketika pada akhirnya ayah mereka meninggal dunia dan meninggalkan banyak hutang. Mereka akhirnya harus pindah karna rumah mereka tersebut akan dijual.

Pada saat di pemakaman ayahnya, tiba – tiba saja muncul seorang laki – laki yang ternyata adalah anak dari selingkuhan ayah mereka. Ia memiliki istri yang kejam, Yaitu Olivia. Olivia meminta Nora dan Mary untuk meninggalkan rumah ayah mereka karna rumah tersebut akan dijual. Mary dan Nora akhirnya tinggal di Meksiko bersama bibi mereka. Disanalah kesabaran mereka di uji. Mereka sedikit kaget dengan budaya serta lingkungan yang baru untuk mereka.

Mary dan Nora mengalami cobaan terberat dalam hidupnya. Mary mengetahui bahwa orang ia sukai yaitu Rodrigo (Kuno Becker) ternya telah memiliki istri. Sedangkan Nora menerima undangan pertunangan Edward (Nicholas D’Agosto), orang yang pertama kali membuatnya jatuh cinta. Tapi akhirnya mereka berbahagia, karna Mary mengerti bahwa cinta sejati bukanlah dari harta dan ketampanan saja, tapi juga dari hati. Mary kemudian jatuh cinta dengan Bruno (Wilmer Velderrama). sedangkan Nora pantas berbahagia pula karna Edward membatalkan pernikahannya dengan Trinita (Catalina Lopez). Karna ia mengerti bahwa Nora adalah cinta sejatinya.

Film yang bergenre drama romantic ini ingin memberikan pesan pada kita bahwa tidak selamanya hidup selalu berada diatas. Ada kejadian - kejadian yang unik dalam film ini. Film ini sangat menunjukkan perbedaan antara lingkungan Baverly Hills dan East Los Angeles. Kemudian bahasa spanyol dan inggris yang digunakan dalam film ini cukup membuat penontonnya bingung. Karna terlalu banyak percakapan yang kadang menggunakan bahasa keduanya. Kemudian dalam film ini ada beberapa adegan yang kurang natural, misalkan saja Nora, ketika Ia mabuk, aktingnya sangat tidak natural. Seperti dibuat – buat. Masih banyak lagi peran – peran yang kurang maksimal ditampilkan. Ini adalah hal yang membuat film tersebut kadang terasa hambar dan datar ditengah – tengah tiap kejadiannya. Selamat menonton!


Kamis, 21 Juni 2012

Dark Shadows

Dark shadows, siapa yang tidak mengetahui film tersebut. Film yang disutradai oleh Tim Burton ini seperti biasa menggaet actor andalannya yaitu Jhonny Depp. Film yang bergenre thriller ini direlease oleh Warner Bros pada bulan Mei 2012.
Film ini dimulai dengan kepindahan keluarga Joshua Collins (Ivan Kaye) dari Liverpool ke Amerika. Namun, kutukan yang yang didapatkan keluarga Collins tetap terus ada sampai berpuluh - puluh tahun kemudian. Kemudian, diketahui bahwa anak dari Joshua Collins yaitu Barnabas adalah pewaris Collinwood Manor. Kemudian Barnabas (Jhonny Depp) sebagai putra dari Joshua tumbuh menjadi anak yang kaya dan berkuasa di Collinsport. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Angelique Bouchard (Eva Green). Angelique sangatlah mencintai Barnabas, namun Barnabas justru mengecewakannya. Ia melihat Barnabas sedang bersama perempuan lain yaitu Josette Dupres (Bella Heathcote) . Angelique adalah penyihir sakti, Ia mengutuk Barnabas menjadi vampir, dan menguburnya hidup -hidup. Beberapa abad kemudian, Barnabas dapat keluar dari kuburannya berkat ada sekawanan orang yang tidak sengaja mengeruk tanah keburannya. Barnabas kembali ke Collinwood dan melihat kembali istananya. Namun, ia kecewa karna istananya yg masih dihuni oleh keluarga Collins tersebut sangatlah tidak terurus. Akhirnya ia dan keluarganya merencanakan membangun kembali istananya dan usahanya kembali yaitu membuka perusahaan pengalengan ikan. Angelique yang mendengar kabar bahwa Barnabas telah kembali kemudian merencanakan kembali untuk merebut hati Barnabas dan Ia juga ingin menghancurkan bisnis keluarga Collins yang menyaingi bisnisnya. Namun, usaha - usaha yang dilakukannya tersebut gagal karna Barnabas tetap tidak dapat mencintai Angelique.
Film ini sedikit membosankan karna alur cerita yang kurang menarik. Saya sedikit kecewa dengan Tim Burton, saya pikir film ini akan sebagus fim - filmnya yang sebelumnya. Tapi ternyata film ini sangat jauh dari ekspektasi saya. Cerita mengenai vampir seperti ini rasanya kurang menarik jika dibumbui dengan kisah mereka yang bekerja di pengalengan ikan. Justru lebih baik hanya terfokus pada pengutukan dan misteri - misteri dibalik Angelique dan Barnabas. Peran Jhonny Depp pada film tersebut sedikit serius sebetulnya, namun tetap saja Ia tidak dapat keluar dari karakter selengekannya.
Bisa dibilang saya sedikit kecewa pada film ini, banyak kejadian - kejadian yang muncul tanpa sebab. Jadi terkesan menggantungkan cerita.
Tapi saya rasa, bagi penggemar Jhonny Depp harus berbahagia, karna Depp terlihat sedikit gemuk di film ini. Selamat menonton!
Original soundtrack:
01. Nights In White Satin - The Moody Blues
02. Dark Shadows - Prologuea - Danny Elfman
03. I'm Sick Of You - Iggy Pop
04. Season Of The Witch - Donovan
05. Top Of The World - The Carpenters
06. You're The First, The Last, My Everything - Barry White
07. Bang A Gong (Get It On) - T. Rex
08. No More Mr. Nice Guy - Alice Cooper
09. Ballad Of Dwight Fry - Alice Cooper
10. The End? - Danny Elfman
11. The Joker - Johnny Depp


Selasa, 19 Juni 2012

500 Days of Summer



Film yang disutradarai oleh Marc Webb dan di produksi oleh FOX Search Light Pictures. mengangkat tema yang unik. Saya rasa ini adalah film paling nyata dan sesuai dengan kehidupan kita yang sebenarnya. Film ini telah direlease sejak tahun 2009. Joseph Gordon yang berperan sebagai Tom dalam film ini adalah seseorang yang tidak bersemangat bekerja disebuah perusahan kartu ucapan, namun sejak kehadiran karyawan baru yaitu Summer (Zoeey Deshcanel), Tom menjadi bersemangat dan mulai merasakan jatuh cinta. Tom dan Summer pun semakin hari semakin dekat. Namun, dari awal pertemuan mereka, Summer telah menekankan bahwa dia tidak akan serius dengan Tom, dan menyatakan bahwa mereka adalah teman baik. Namun, Tom berpikir lain, karna menurutnya ketika Ia dan Summer bergendangan tangan, berpelukan dan melakukan hal fisik lainnya, Ia merasakan adanya cinta antara mereka. Ternyata Tom salah, Summer menikah dengan laki – laki lain. Tom yang pada awalnya depresi karna mengetahui itu, akhirnya melakukan perubahan besar, yaitu keluar dari pekerjaannya dan kemudian mendaftar di perusahaan lain sebagai arsitek yang memang adalah pekerjaan yang disukainya. Sampai akhirnya Ia bertemu dengan seorang perempuan di kantor pada saat ia interview, dan dari obrolan singkat mereka. Ternyata mereka menyukai sebuah tempat yang sama yaitu Angelus Plaza. Dan perempuan itu bernama Autumn (Minka Kelly).
Pada awalnya saya merasa bahwa film ini mengangkat tema love story, ternyata tidak saya mengerti bahwa film ini ingin menunjukan bahwa apa yang terjadi saat ini belum tentu sama dengan apa yang terjadi esok. Dan apa yang kita prediksikan, belum tentu sama dengan kenyataan. Saya banyak belajar dari film ini, Summer selalu memberikan ciuman dan pelukan pada Tom, tapi itu bukan berarti suatu perasaan cinta, semua hal yang dari awal kita sudah tidak yakini, memang pada akhirnya hanya akan melukai diri sendiri.
Acting dari para pemain sangat natural, memberikan kesan kehidupan yang sebenarnya. Mungkin memang kejadian yang diberikan dalam film ini maju mundur dalam penempatan alurnya. Namun, kita tidak perlu bingung karna film ini cukup memberikan cerita yang jelas. Film ini juga sangat musical, terlihat begitu banyak soundtrack dalam film ini. Dan ini semakin membuat 500 Days of Summer semakin enak untuk ditonton.
Secara keseluruhan saya menyukai film ini karna ada beberapa sekuel yang dapat membuka mata kita, bahwa cinta itu bukan semata – mata dapat ditunjukkan dengan sentuhan fisik, tapi juga hati, keyakinan dalam diri apa sebenarnya cinta. Selamat Menonton!

Original Soundtrack
1.    US – Regina Spektor
2.    There is a light that never goes out – The Smiths
3.    Bad Kids – Black Lips
4.    She’s like the wind – Patrick Swayze ft Wendy Fraser
5.    Please, Please, Please, Let me get what I want – The Smiths
6.    Every Rose has its thorn
7.    Sugar Town
8.    Here comes your Man
9.    God Bless the USA
10. You make my dream
11.  Have I been a Fool
12. There goes the fear
13. Sweet Disposition – The Temper Trap
14. Veni Vidi Vici – Black Lips
15. The Music – Paper Route
16. Train in Vain (stand by Me)
17. MUshaboom
18. Hero – Regina Spektor
19. At Last – Kevin Michael
20. Bookends – Simon and Garfunkel
21. The Infinite Pet – Spoon
22. She’s Got you high
23. Vagabond – Wolfmother




Minggu, 17 Juni 2012

Despicable Me



Chris Renaud dan Pierre Coffin dipercayakan oleh Universal Pictures untuk menggarap film comedy fantasi kartun yang berjudul Despicable Me. Film yang di release tahun 2011 ini dipastikan dapat mengundang gelak tawa disepanjang menitnya. 
Despicable Me dimulai dengan Pyramid yang telah dicuri oleh seorang penjahat yang tak dikenal. Berita yang menggemparkan dunia  ini pun sampai ditelinga Gru, yang mengaku sebagai penjahat paling handal di dunia. Gru pun tidak terima dengan kekalahannya, dan Ia merencanakan untuk mencuri bulan. Namun, Ia membutuhkan Mesin pengecil dalam misinya tersebut. Ternyata, mesin pengecil ini telah dimiliki oleh Vector, penjahat yang kemudian diketahui telah mencuri Pyramid. Gru berhasil mencuri mesin pengecil berkat bantuan tiga anak adopsinya, yaitu Margo, Edith, dan Agnes . Pada awalnya Gru hanya ingin memanfaatkan anak adopsnya tersebut untuk membantunya mencuri mesin pengecil. Namun, semakin lama Gru semakin sayang pada tiga anak adopsinya tersebut, sampai pada saatnya tiba Ia harus mencuri bulan, Gru bingung pada dua pilihan yaitu harus datang ke pementasan balet anak adopsinya ataukah tetap focus pada misinya yaitu mencuri bulan. Dr. Nefario sebagai assisten yang juga telah menciptakan banyak barang2 baru untuk membantu Gru dan missinya tersebut akhirnya mengembalikan tiga anak adopsi Gru ke panti asuhan. Gru dengan berat hati kemudian kembali focus untuk mencuri bulan, Dengan roket yang dibuat tanpa meminjam uang sepeserpun pada Bank Kejahatan, Gru pun melanjutkan misinya. Ia pun sukses mencuri bulan setelah mengecilkannya dengan mesin pengecil. Namun, ternyata Victor menahan tiga anak adopsi Gru dan meminta Gru memberikan bulan sebagai gantinya. Akhirnya Gru memberikan bulan tersebut karna menurutnya tidak ada yag lebih berharga dari anak2 adopsinya. Victor yang telah mendapatkan bulan tersebut, tidak dapat senang begitu saja, karna ternyata bulan tersebut hanya mengecil dalam tempo yang sesaat saja.
Film ini memberikan hiburan baru bagi para pecinta fantasi kartun. Hampir setiap adegan dapat menuai gelak tawa penontonnya. Meskipun film ini dianggap tidak dapat dilogika, namun film ini cukup memberikan alur cerita baru yang tidak mudah ditebak. 
Tokoh Gru yang diperankan oleh berhasil memerankan sosok ayah yang serius, kaku, namun penyayang. Kemudian tokoh Agnes yang diperankan oleh sebagai anak adopsi paling kecil itu mampu membuat penonton semakin merasa gemas dibuatnya. 
Secara visual, film ini mendekati kesempurnaan, dan jangan ragu untuk menontonnya. Karna, film ini tidak hanya mampu mengundang tawa untuk anak – anak saja, namun juga orang dewasa. Selamat Menonton!

Original Soundtrack
1. Sweet Home Alabama – Lynyrd Skynyrd
2. Boogie Fever – The Sylvers
3. Despicable Me – Pharrel Williams
4. Fun Fun Fun
5. Prettiest Girls
6. Rocket’s Song
7. The Way It is – Da Wallach
8. Copacabana – Various Studio Musicians
9. My Life – Robin Thicke
10. You Should be dancing – The Bee Gees

Larry Crowne



Satu lagi film dari Vendome Picture bersama Studio Canal yang direlease pada bulan 2011 dengan judul Larry Crowne. Film yang disutradarai oleh Tom Hanks menampilkan dirinya sendiri dan Julia Roberts sebagai pemeran utamanya. Di film ini diceritakan bahwa Larry dipecat oleh kantornya karna Ia tidak memiliki latar belakang pendidikan dalam sejarah hidupnya. Ia kemudian memutuskan untuk kuliah di East Valley Community College dan mengambil mata kuliah Speech 217 (The Art of Informal remarks) dan Economy 1. Dikelas Speech 217 inilah Larry bertemu dengan Miss Tainot (Julia Roberts) sebagai dosen dalam mata kuliah tersebut. Julia Roberts dalam film ini berperan sebagai sosok yang selengekan. Ia sudah memiliki suami yang mengaku sebagai penulis blog dengan hobby yang senang membuka situs – situs porno. Miss Tainot akhirnya bercerai dengan suaminya setelah cekcok dan beradu mulut dalam perjalanan pulang  ke rumahnya. Miss Tainot lebih memilih turun dari mobil dan berjalan kaki untuk pulang. Disinilah kemudian Ia bertemu dengan Larry Crowne untuk kedekatan yang semakin berlanjut. Mereka menyadari bahwa mereka saling mencintai. 
Dalam film ini kita dapat melihat betapa cinta itu tidak kenal umur dan status. Meskipun saya agak kurang setuju sebenarnya melihat Miss Tainot sendiri yang menceraikan suaminya hanya karna suaminya pengangguran dan tidak pengertian. Masalah dalam rumah tangga yang terlalu simple untuk dijadikan sebuah alasan dalam perceraian. 
Cerita dalam film ini secara keseluruhan menarik. Meskipun ujung – ujungnya juga dapat ditebak bahwa film ini happy ending. Namun film ini kurang menyentuh atau menggugah perasaan. Ekspresi dan Acting dari para pemain memang sudah maksimal kerennya. Dan bisa dibilang juga ceritanya memang menarik, tapi menarik saja saya rasa tidak cukup, karna film ini masih datar – datar saja dalam pem-plot-an nya. Hampir semua tokoh didalam cerita ini protagonist. Ya, dapat ditebak sendiri kan gimana ceritanya. But, Overall menarik lah buat ditonton bagi para pecinta drama comedy. Selamat Menonton!
    Original Soundtrack
1. Hold on Tight – ELO
2. The Stroke – Billy Squier
3. Obsession – Sky Ferreira
4. Runnin’ Down a Dream – Tom Petty and The Heartbreakers
5. Cruisin – Smokey Robinson
6. I’ll do better – Jarrod Gorbel
7. Something’s Got Me started – Swingfly
8. The Hundredth Time – Gigi
9. Faithful – Tyler Hilton
10. When it Feels Good – Jeff Kashiwa
11. Walls. No 3 – Tom Petty and The Heartbreakers
12. Listen to Her Heart – Tom Petty
13. Calling America - ELO

Pride and Prejudice



Pride and Prejudice merupakan film karya Joe Wright, yang diangkat dari novel klasik dengan judul yang sama yaitu Pride and Pejudice karya Jane Austen. Meskipun film ini disajikan sedikit berbeda dengan novelnya. Namun, film ini cukup menyentuh perasaan bagi yang menontonnya. Betul bahwa banyak sekali kejadian yang tidak ditunjukkan seperti yang tertulis pada novelnya. Namun, jangan khawatir karna sang sutradara mampu memberikan alur yang baik dalam film ini. 
Film ini diawali ketika Bingley (Simon Woods) datang ke Natherfield, dan kemudian Mrs. Bennet (Brenda Blethyn) menantikan salah satu anaknya ada yang menikah dengan Bingley, terutama Jane (Rosamund Pike). Pada suatu pesta, Bingley mengajak Darcy (Matthew Macfadyen), temannya itu untuk ikut datang ke pesta tersebut. Darcy yang cuek dan kaku itu tidak membuat para gadis tertarik padanya. Hari demi hari dilalui sampai akhirnya Bingley harus pergi meninggalkan Natherfield. Elizabeth berkunjung ke rumah Charlotte (Claudie Blakley) sahabatnya di Kent, sampai akhirnya dia kembali bertemu dengan Darcy. Keluarga Bennet diterpa banyak masalah karna anak ke-empat mereka, Lydia (Jena Malone), kawin lari dengan Wickham (Rupert Friend). Belum lagi Jane yang berpisah dengan Bingley. Namun, masalah demi masalah dapat dilalui sampai akhirnya Bingley kembali ke Natherfield dan kemudian mengunjungi Jane dan melamarnya. Begitu juga dengan Darcy, meskipun sempat di tolak ketika Elizabeth berkunjung ke Kent, namun Darcy yang cool dan kaku ini tetap bersikukuh datang ke Longbourn untuk menemui Elizabeth dan melamarnya. 
Meskipun alur film ini dengan mudah dapat ditebak, namun film ini cukup menyentuh perasaan. Film yang menunjukkan cinta antara rakyat biasa dengan anggota keluarga bangsawan ini pada awalnya memang banya menampilkan Bingley dan Jane sebagai pemeran utamanya, namun semakin lama justru film ini lebih terfokus pada kisah cinta Elizabeth dan Darcy. Tokoh Darcy dalam film  ini sudah cool maksimal. Namun, Darcy masih kurang tampan untuk disandingkan dengan tokoh Elizabeth. Bahasa yang dipakai dalam film ini juga sulit untuk dipahami. Jadi, tetap bersiap dengan subtitle yang tersedia ya. 
Overall, Film ini sangat direkomendasikan untuk pecinta film Drama Percintaan. Selamat menonton!

Alice in Wonderland


Tim Burton, Sutradara yang sudah tidak asing lagi ditelinga penikmat film. Film – film yang dikeluarkan Burton dengan genre fantasi kartun salah satunya yaitu Charlie and Chocolate Factory sempat booming pada tahun 2005. Kemudian pada tahun 2010, Burton di percaya oleh Walt Disney kembali merelease sebuah film yang di adaptasi dari novel karya Lewis Caroll yang sedikit mengalami perubahan judul menjadi Alice in Wonderland. Meskipun sebenarnya karakter dan ceritanya lebih merujuk pada novel keduanya yaitu 'Through The Looking Glass, and what Alice Found There', namun film Alice in Wonderland kali ini mampu memberikan penjelasan dengan baik kepada penontonnya.
Film ini diawali dengan Alice (Mia Wasikowska) yang selalu bermimpi bertemu dengan White rabbit, Dormouse, Dodo Bird, dan binatang dengan bentuk aneh lainnya. Beruntungnya Alice memiliki ayah yang sangat perhatian padanya dan mengatakan bahwa ‘Di dunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin’.  Ketika Alice beranjak dewasa, Ia dipaksa oleh Ibunya untuk menghadiri sebuah pesta pertunangannya dengan Hamish (Leo Bill). Di pesta tersebut Alice melihat seekor white rabbit yang selalu ia temui di mimpinya ketika kecil tersebut. Alice mengikuti kelinci tersebut dan masuk kedalam sebuah lubang disebuah pohon. Ditempat yang serba mini tersebut, Alice bertemu dengan berbagai macam makhluk aneh, dan kemudian dia bertemu dengan The Mad Hatter (Johnny Depp) yang memberitahukannya bahwa Alice datang karna ditakdirkan untuk membantu The White Queen (Anna Hathaway) untuk mengambil kembali kekuasannya dari Red Queen (Helena Bonham) yang telah membuat Wonderland menjadi kacau balau. Disitu Alice akan melawan Jabberwockey  dengan pedang Volkar-nya.
Film ini sangat menghibur dan memberikan inspirasi bagi penontonnya. Burton juga cukup memberikan effect fantasi yang berwarna – warni dalam film ini. Kita juga dapat merasakan seperti terjun langsung kedalam film tersebut karna di sajikan dalam versi 2D dan 3D. Dari segi visual, karya – karya Burton memang tidak perlu diragukan lagi. Namun, jika film ini ditonton dalam versi 3D cukup memusingkan dan kurang enak dilihat. Cerita dalam film ini juga tidak sulit untuk ditebak karna memiliki alur yang standar. Mia Wasikowska kurang mampu dalam memerankan Alice, terlihat Ia kurang menguasai perannya sebagai Alice karna terlalu kaku. Sedangkan Hatter yang diperankan oleh Johnny Depp ini tidak perlu diragukan lagi kemahirannya dalam acting nyeleneh-nya. 
Secara keseluruhan, film ini baik dan layak untuk ditonton, terutama untuk kalangan anak – anak dan remaja yang menyukai fantasi kartun. Selamat Menonton!
Original Soundtrack
1. Alice – Avril Lavigne
2. The Poison - The All American Rejects
3. Her name is Alice - Shinedown
4. Painting Flowers - All Time Low
5. Where's my Angel - Metro station
6. Very Good Advice - Robert Smith