Minggu, 14 Mei 2017
ME BEFORE YOU (Aku sebelum Mengenalmu)
Jumat, 14 Februari 2014
MOVIE REVIEW: CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS 2
Jumat, 25 Januari 2013
Friends with Kids
Jennifer Westfeldt telah membuktikan totalitasnya dalam film ini bukan hanya menyutradarai dan menulis naskah saja, tetapi juga sekaligus menjadi pemeran utamanya. Serakah? Tentu saja tidak. Jennifer justru mampu memerankan seorang Julie Keller dengan baik. Sempurnanya Julie menarik perhatian penonton tentu saja karna didampingi oleh Jason Fryman (Adam Scott).
Apa jadinya jika dua orang teman berlawanan jenis memutuskan untuk memiliki anak tanpa adanya ikatan perkawinan? Hal konyol inilah yang dilakukan oleh Julie dan Jason. Setelah dua pasangan teman mereka memiliki anak, Julie dan Jason yang belum menikah ini memutuskan untuk memiliki seorang anak.
Jason dan Julie begitu heran dengan teman-teman mereka yang selalu mengeluh karna memiliki buah hati. Mereka berpikir bahwa setelah sekitar sembilan bulan mengandung tentu saja mereka sangat bersyukur atas kelahiran anak mereka tersebut dan bukan malah berkeluh kesah dengan apa yang dilakukan anak mereka. Jason dan Julie akhirnya berjanji bahwa mereka akan memiliki seorang anak tanpa sebuah ikatan pernikahan dan mereka bebas berhubungan dengan siapapun dengan syarat tidak menelantarkan anak mereka.
Ide ini tentu saja membuat teman-teman mereka shock. Leslie (Maya Rudolph) adalah satu-satunya yang paling tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, Alex (Chris O’dowd) suaminya justru mendukung apa yang Julie dan Jason rencanakan.
Setelah anak mereka lahir, Jason mencoba menjalin hubungan dengan Mary Jane (Megan Fox), begitu pula dengan Julie, ia dikenalkan oleh Leslie pada Kurt (Edward Burns). Julie akhirnya menyadari bahwa Jason adalah satu-satunya pria yang ia harapkan dapat menjadi suami dan ayah yang baik.
Acting dari setiap pemain sudah tidak perlu diragukan lagi. Seluruh pemain dalam film ini memang artist langganan film bergenre com-rom. Tentu saja chemistry antar pemain dibangun dengan baik. Namun sadarkah kalian bahwa film ini banyak hal yang hal yang bisa dibilang tidak masuk akal. Salah satunya yaitu alasan mereka yang menginginkan seorang anak tanpa beralasan yang jelas. Haruskah memiliki anak tanpa sebuah hubungan perkawinan? Tentu saja ini berefek buruk pada nasib si anak.
Secara keseluruhan film ini sangat menghibur dan menjadi salah satu film com-rom paling konyol. Jadi tunggu apa lagi?
Selasa, 22 Januari 2013
Ruby Sparks
Tampaknya setelah sukses menggarap ‘Little Miss Sunshine’ ditahun 2006, kali ini Dayton dan Faris patut diacungi dua jempol untuk film terbaru baru mereka yaitu ‘RUBY SPARKS’. Kisah Ruby Sparks mengingatkan kita pada film animasi Pinocchio yang diproduksi oleh Walt Disney. Pinocchio hadir dari sebuah boneka yang dibuat oleh seorang lelaki tua yang ingin memiliki seorang anak. Begitu pula dengan Ruby Sparks (Zoe Kazan), ia terlahir dari imajinasi seorang penulis novel, Calvin Weirfields (Paul Dano).
Ruby hadir dalam mimpi Calvin setiap malamnya. Mimpi itulah yang menjadi inspirasi Calvin untuk menulis novel. Ruby yang hanya sebatas khayalannya itu tiba-tiba hadir dalam dunia nyata Calvin. Tentu saja ini membuat Calvin panik, karna ia mengira dirinya telah menjadi orang gila yang tidak dapat membedakan mana dunia nyata dan khayalannya itu.
Semua hal yang ditulis oleh Calvin mengenai Ruby Sparks dalam novelnya ini sama persis dengan apa yang ada didunia nyata. Ruby hadir membawa kebahagiaan dalam diri Calvin, meskipun Calvin menyadari bahwa ia akan kehilangan Ruby dengan berakhirnya novel yang ia tulis tersebut.
Film ini akan membuat anda ikut bingung memikirkan apakah Ruby ini nyata atau hanyalah khayalan Calvin semata. Konsep cerita yang diberikan oleh Zoe Kazan mampu membuat penonton penasaran. Zoe Kazan hadir di dalam film ini tidak hanya sebagai pemeran Ruby Sparks, tetapi juga sebagai penulis naskah. Thumbs up!!
Calvin mampu membuat penonton masuk dalam dunia fantasinya. Alur cerita dalam film ini mampu membuat penonton tidak beranjak dari duduknya. Kepanikan, kesedihan, kebahagiaan, dan juga kemarahan Calvin mampu membuat penonton ikut merasakannya.
Tentu saja sampai akhir film ini berakhir, penonton masih dibuat bingung dengan eksistensi Ruby Sparks tersebut. Namun, kisah manis nan unik yang diberikan oleh Ruby dan Calvin ini mampu menghipnotis penontonnya untuk melupakan sejenak tentang kebenaran Ruby tersebut. Chamistry diantara dua pemain tersebut ikut dirasakan oleh penontonnya.
Satu hal yang menarik dari film ini adalah bagaimana cara seorang pria menciptakan kisah cintanya sendiri. Lalu bagaimana kisah cintamu?
Senin, 21 Januari 2013
A Thousand Words
Jika umurmu hanya tinggal seribu kata terakhirmu, maka apa yang akan kau
ucapkan? “A Thousand Words” adalah sebuah film bergenre komedi yang mampu membuat
penontonnya tertawa terbahak-bahak sepanjang film ini berlangsung akibat kekonyolan
yang dilakukan oleh Jack McCall (Eddie Murphy). Film yang disutradari oleh Brian Robbins ini
di release pada bulan Januari tahun 2012.
Jack adalah seorang agen ahli sastra yang selalu mengeruk keuntungan orang lain
dari kepandainnya dalam merangkai kata. Ia bukanlah seorang pendengar yang baik, hari-
harinya ia lalui dengan omongannya yang besar dan kadang berlebihan. Tidak ada satu
teman kantorpun yang menyukainya.
Jack akhirnya ingin memanfaatkan Dr. Sinja (Cliff Curtis) yang baru saja
mengeluarkan sebuah buku, dan Jack sengaja datang padanya untuk bekerja sama. Dr. Sinja
mengetahui apa yang direncanakan oleh Jack. Masalahpun timbul semenjak pertemuan Jack
dengan Dr. Sinja.
Sebuah pohon besar tumbur dibelakang rumahnya. Lucunya pohon tersebut akan
menjatuh kan daunnya sebanyak kata-kata yang Jack ucapkan. Sampai akhirnya Jack sangat
berhati – hati menjaga cara bicaranya.
Film berdurasi 1 jam 30 menit ini mampu membuat penonton tidak dapat menahan
tawanya. Tidak salah lagi ketika Robbins memilih Murphy sebagai actor utama dalam film
ini. Overall film ini sempurna, namun sayangnya film ini tidak masuk dalam jajaran film di
bioskop-bioskop Indonesia. :)
LEAP YEAR
Adakah diantara kalian yang ingin melamar pujaan hati ditahun kabisat tepat pada
tanggal 29 Februari ini? Jika ada, anda wajib menonton film yang disutradarai oleh Anand
Tucker yaitu “Leap Year” .
Leap Year berangkat dari sebuah cerita seseorang yang ingin melamar pasangannya
ditahun kabisat. Anna (Amy Adams) berhasil memikat penonton dengan kecantikannya yang
tidak dapat dilewatkan begitu saja. Anna berencana melamar pasangan yaitu Jeremy (Adam
Scott) yang sedang berada di Dublin, Irlandia. Mereka telah menjalin hubungan selama
empat tahun dan Jeremy tetap tak kunjung melamarnya.
Kisah dalam film ini sangat mudah ditebak, jelas saja ketika Anna berusaha menyusul
pasangannya di Dublin, banyak hambatan yang menimpanya selama diperjalanan.
Pesawat yang ditumpangi mendapat masalah karena adanya badai yang melanda dan
mengharuskannya mendarat di Wales. Anna berusaha melanjutkan perjalanannya meskipun
cuaca masih begitu buruk. Malang tak dapat ditolak, Anna terpaksa mencari penginapan.
Disanalah ia bertemu dengan Declan (Matthew Goode) pria tampan Irlandia yang memiliki
sebuah bar dan penginapan kecil di desa tersebut.
Seperti kisah-kisah komedi romantic lainnya, awalnya Anna sangat membenci
Declan yang menurutnya sangatlah tidak menghormatinya dan selalu mempermasalahkan
mengenai uang, tapi pada akhirnya Declan lah yang mengantarkan Anna ke Dublin.
Kisah demi kisah yang terjadi diantara mereka selama diperjalanan membuat mereka
memiliki rasa ketertarikan satu sama lain. Anna sampai akhirnya bingung memilih antara
Declan atau Jeremy. Namun akhirnya ia mengerti jawaban hatinya dari satu pertanyaan
yang pernah dilontarkan oleh Declan ketika mereka tengah berjalan menuju kastil
Ballycarbery, “What will you take if your lovely house is on fire?”.
Rentetan kisah yang ada tidak cukup membuat penonton tertawa, mengingat film ini
adalah film bergenre komedi romantic. Simon Beaufroy, Harry Elfont, dan Deborah Kaplan
tidak cukup matang mengolah naskah yang telah mereka tulis dalam film berdurasi 1 jam 40
menit ini.
Tentu saja masih ada hal yang wajib dikagumi dari film ini, tempat-tempat yang
dihadirkan dalam film ini mampu membuat penontonnya membelalakkan mata. Bukan itu
saja sinematografynya pun patut diacungi jempol
Namun, pernahkah anda membayangkan seorang perempuan yang di mana-mana
selalu terlihat memakai stiletto nya? Apalagi ketika dia mendaki kastil yang begitu tinggi
tersebut. Sedikit tidak masuk akal. Itulah yang dilakukan oleh Anna.
Declan alias Goode bukan actor yang mampu menarik perhatian penontonnya jika
dilihat dari peran yang ia mainkan di sana, ia terkesan kaku bahkan jarang mengundang
tawa. Untung saja Goode memiliki wajah tampan yang mampu menutupi kekurangannya
tersebut.
Overall, film ini cukup menghibur penonton. Bagaimanapun film ini menjadi film
wajib tonton bagi pecinta film komedi romatis. J
OST of Leap Year
1. Never Forget You – The Noisettes
2. Day to Day – Eulogies
3. I’ll Tell My Ma – The Colonials
4. You Got Me – Colbie Caillat
5. More and More of Your Amor – Nat King Cole
Jumat, 07 September 2012
ATM ERROR (Thai Movie 2012)
Kembali Thailand mengeluarkan sebuah film komedi romantis yang diperankan oleh Preechaya dan Chantavit. Film yang berjudul ATM Error ini memang memberikan nuansa baru bagi pencinta film comedy romantis. Sudah tidak asing lagi jika peraturan pada Bank adalah sesama karyawan dilarang pacaran, apalagi menikah. Siapa sangka Jib (Preechaya Pongthanikorn) dan Sua (Chantavit Dhanasevi) menjalin hubungan pacaran mereka selama tiga tahun tanpa ada orang lain yang mengetahui.
Tiba – tiba Jib menemukan bukti – bukti foto di facebook yang menunjukan bahwa ada karyawan di Bank JNBC tersebut yang berpacaran. Akhirnya Jib setelah bertemu dengan Sua mengatakan bahwa ia ingin mereka putus karna tidak ingin nasib mereka sama dengan karyawan yang barusaja dipecat, namun Sua melarangnya, justru ia memesan paket pesta pernikahan di sebuah hotel.
Permasalahan pun terjadi, ATM Bank JNBC mengalami kerusakan dan setiap pengambilan nominalnya selalu menjadi dua kali lipat. Kesalahan teknis ini membuat semua orang mengambil uang di atm tersebut dan mengakibatkan banyak kerugian pada Bank JNBC. Jib kemudian diminta untuk mengusut tuntas permasalahan ini.
Sua bertaruh pada Jib, jika ia bisa menemukan siapa pelaku – pelaku tersebut maka ia meminta Sua untuk berhenti dari pekerjaannya. Tapi jika ia gagal, maka yang harus keluar adalah dirinya sendiri. Jib menerima tantangan tersebut dan ikut memecahkan masalah tersebut tanpa sepengatahuan Sua.
Setelah melewati banyak rintangan dan hal – hal kocak diantara mereka, akhirnya mereka sama – sama menemukan pelakunya. Namun, masalah kemudian terjadi, anak dari pimpinan Bank tersebut menemukan sebuah kertas yang ditulis oleh Sua kepada Jib. Tulisan tersebut menunjukkan bahwa Sua dan Jib akan segera menikah.
Jib memutuskan untuk keluar dari Bank tersebut, pernikahannya pun gagal. Sampai akhirnya pada malam Halloween, tanpa sengaja mereka bertemu dan memutuskan untuk merencanakan pesta pernikahan mereka kembali.
Banyak sekali adegan – adegan yang mengundang gelak tawa. Back sound dari film ini juga sangat mendukung. Para pemain sangatlah menyatu dengan karakter mereka di film ini. Chemistry antar pemain juga terjalin dengan baik. Diakhiri dengan adegan romantis diantara Jib dan Sua, film ini sukses menjadi film komedi romantis Thailand di tahun 2012. Selamat Menonton!
Kamis, 06 September 2012
A Little Bit of Heaven
Film yang di release pada tahun 2011 ini memberikan nuansa berbeda dari film – film komedi romantis lainnya. Disutradarai oleh Nicole Kassel, film ini mampu menguras air mata penontonnya. Bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki penyakit kanker usus besar, Marley (Kate Hudson) mencoba menutupi semua kesedihannya dihadapan orang – orang terkasihnya. Marley ada sosok perempuan yang periang, memiliki banyak teman, dan tidak pernah mau berkomitmen dengan laki – laki manapun. Setelah mengetahui bahwa Marley mengidap penyakit kanker, Ibu Marley (Kathy Bates) kembali pada Marley untuk mengurusnya. Namun Marley yang memiliki kenangan buruk bersama orang tuanya ini, sangatlah sulit untuk kembali berdamai.
Marley yang dirawat oleh seorang dokter tampan, yaitu Julian (Gael Garcia) ternyata memiliki rasa ketertarikan pada dokter tersebut. Begitu pula Julian, hanya Marley yang dapat membuatnya banyak bercerita. Julian mencintai Marley apa adanya, bukan karna kasihan sedikitpun.
Marley dua kali bermimpi bertemu Whoopi di langit yang memintanya untuk mengatakan tiga permintaan. Di mimpi pertamanya Ia berkata ingin dapat terbang, kemudian dimimpi keduanya Ia mengatakan bahwa Entahlah apa yang terjadi pada ibunya jika ia meninggal nanti, dan yang ketiga ia berkata bahwa ia belum memiliki orang terkasih yang menyayanginya. Namun Whoopi menjawab bahwa Marley telah memiliki segalanya sekarang.
Film ini benar – benar menyentuh perasaan. Dari segi ide cerita, film ini patut diacungi jempol. Namun ada yang mengganjal ketika menonton film ini. Dokter Julian yang diperankan oleh Gael Garcia ini memiliki badan yang lebih pendek dibanding dengan Marley, jadi ketika ia berdiri bersama Marley (Kate Hudson), terlihat perbedaan yang menonjol diantara mereka.
Sedih, tawa, senang, haru, bercampur aduk dalam rentetan cerita yang kemudian dinamai “A little bit of Heaven”. Happy Watching!!!!!
Expendables 2
Film yang dimainkan oleh kumpulan para actor hollywood ini benar – benar jauh dari kata “WOW”. Film yang tayang pada tanggal 16 Agustus 2012 ini sangat mudah untuk ditebak jalan ceritanya. Diawali dengan adegan action yang melibatkan antara Barney Ross (Sylvester Satllon) bersama anggota exendables lainnya yang tengah berusaha untuk menyelamatkan seorang sandera berkewarganegaraan Cina. Mereka akhirnya mengetahui bahwa Trench (Arnold Schwarzennegger) juga ikut disandra. Seperti yang sudah diduga, proses penyelamatan ini berjalan dengan mudah. Namun, ketika mereka akan melarikan diri dari daerah yang telah terkepung oleh kawanan musuh ini, Ross dan Lee Christmas (Jason Statham) terjebak dan dikepung oleh kawanan musuh. Seperti yang sudah saya duga, tiba – tiba seorang anggota baru expendables yaitu Billy (Liam Hemswort) menembaki para musuh dari bukit dan berhasil menyelamatkan dua temannya ini.
Sekembalinya mereka dengan selamat Mr. Church (Willis), menugaskan Maggie untuk mengambil peta digital yang berisi informasi dari lokasi bahan peledak plutonium. Ditemani oleh tim exendables, akhirnya berhasil mengambil peta digital tersebut. Namun naas tak dapat ditolak, Jean Vilian (Van Damme) menawan Billy dan meminta Ross memberikan peta digital tersebut. Setelah Ia mendapatkannya, tanpa basa – basi, Jean Vilian membunuh Billy. Ross dan anggota Exendables merencanakan untuk membalas dendam.
Setelah Vilian mengetahui dimana keberadaan Plutonium tersebut, Ia mempekerjakan dengan paksa warga yang ada disekitar sana. Namun kemudian Ross dan yang lainnya datang untuk menyelamatkan mereka. Mereka sebelumnya sempat terkurung didalam gua yang berisi plutonium tersebut, namun Trench datang menyelamatkan mereka. Dan pertempuran antara mereka pun terjadi, sampai akhirnya Ross pun menang ketika harus berhadapan dengan Vilian.
Jalan cerita dari film ini sangat mudah ditebak. Film ini hanya mengandalkan para actor – actor Hollywood yang sudah terkenal saja. Tapi dari segi cerita, film ini sangat jauh dari kesan memuaskan. Namun, banyak adegan dan percakapan dari mereka yang mengundang gelak tawa. Selamat Menonton!
Jumat, 31 Agustus 2012
Architecture 101 (K-Movie: 2012)
Pernahkah anda kembali bertemu dengan cinta pertama anda setelah terpisahkan belasan tahun? Archtecture 101/Introduction of Architecture ini mengangkat tema ‘Cinta tidak harus memiliki’. Diawal cerita dalam film ini kita akan diperlihat sosok Seung Min dan Seo Yeon dewasa. Setelah itu baru kemudian kita diajak untuk flashback pada Seung Min dan Seo Yeon muda.
Seung Min muda (Lee Je Hoon) dan Seo Yeon muda (Bae Suzy) pertama kali dipertemukan di kelas Introduction of Architecture. Seung Min yang pemalu dan cupu ini akhirnya tanpa sengaja mengetahui bahwa Seo Yeon tinggal didaerah yang sama dengannya. Berbeda dengan Seung Min, Seo Yeon adalah gadis yang ceria. Seung Min berencana mengungkapkan rasa sukanya pada Seo Yeon dan berencana akan memberikan miniatur rumah idaman Seo Yeon. Namun, keselahpahaman pun terjadi, Seung Min melihat Seo Yeon berjalan dengan kakak kelas laki – laki nya yang juga merupakan teman Seung Min.
Belasan tahun terpisah, mereka akhirnya dipertemukan kembali pada saat Seo Yeon dewasa (Han Ga In) ingin merenovasi rumahnya yang berada di pulau Jeju dan membutuhkan seorang arsitektur, yaitu Seung Min (Eom Tae Woong). Pada awalnya Seung Min tidak mau mengambil pekerjaan itu, namun akhirnya atas permintaan bos nya, ia akhirnya menurutinya.
Seo Yeon tadinya mengira bahwa Seung Min belum memiliki kekasih, namun pertemuan pada satu malam itu menyadarkannya bahwa ternyata Seung Min akan menikah dengan rekan kerja di kantornya tahun itu juga. Seung Min akhirnya selesai mengerjakan proyek renovasi rumah Seo Yeon. Pada satu malam, Seung Min menemukan sebuah barang yang dibuatnya belasan tahun silam, yaitu miniatur rumah impian Seo Yeon. Sambil menangis, Seo Yeon mengakui bahwa Seung Min adalah cinta pertamanya.
Lokasi shooting dalam film ini berlangsung di Seoul dan Jeju Island. Architecture 101 ini dibuka pertama kali di box office Korea selatan pada bulan Maret 2012. Film ini telah terjual 3.390.000 tiket. Bisa dibayangkan saja, betapa orang – orang korea sangat menginginkan untuk menonton film ini. Apalagi Kita?
Film ini jauh dari kata minus. Semua casts benar – benar sempurna dalam perannya. Setting beserta ide ceritanya pun berbeda dari drama romance lainnya. Film ini benar – benar mampu menghipnotis kita untuk menontonnya berkali – kali. Selamat menonton!
Kamis, 30 Agustus 2012
Hello Stranger (Thai Movie)
Perahu Kertas (2012)
Kamis, 05 Juli 2012
The Amazing Spider-Man
Tahun ini (3 July 2012) Columbia Picture kembali me-release satu film superhero yang mengusung Marc Webb (Director of 500 days of Summer) sebagai sutradara dalam film The Amazing Spider-Man. Peter Parker atau pemeran Spider-Man sendiri diperankan dengan baik oleh Andrew Garfield.
Sama seperti film – film Spiderman sebelumnya tokoh Spider-man sendiri mengalami gigitan oleh laba – laba yang telah mengalami proses genetika. Meskipun pengantar dalam film ini bisa dibilang sama dengan film – film yang sebelumnya, namun alur cerita cukup memberikan nuansa yang berbeda. James Vanderbilt, Alvin Sargent dan Steve Kloves yang diusung sebagai penulis naskah dalam film ini mampu memberikan kesegaran cerita. Meskipun dalam film ini sedikit banyak mengambil cerita dari versi komiknya The Amazing Spider-Man.
Cerita dalam film ini diawali dengan menghilangnya orang tua dari Peter Parker. Parker kemudian tumbuh menjadi anak yang pendiam dan misterius. Ia tinggal bersama Pamannya (Uncle Ben-Martin Sheen) dan bibinya (Aunt May-Sally Field). Parker yang penasaran dengan menghilangnya kedua orang tuanya ini kemudian menemukan sebuah tas milik ayahnya yang berisi dokumen – dokumen penilitian ayahnya. Ia kemudian ingin menemui dr. Curt Connors yang bekerja sebagai peneliti di Oscorp. Dr. Connors adalah teman dari ayah Peter Parker. Disanalah kemudian Parker menyelinap masuk ditempat penelitian dimana terdapat banyak laba – laba yang telah mengalami modifikasi genetic. Peter Parker tidak dapat menghindari gigitan dari salah satu laba – laba yang ada disana. Ia kemudian menjadi sosok yang memiliki kekuatan fisik melebihi manusia lain.
Cerita dalam film ini kemudian dilanjutkan dengan sekuel dimana Peter Parker yang juga Spider-Man ini harus melawan dr. Connors yang telah berubah menjadi Kadal Raksasa yang menghancurkan segala hal tanpa kendali karna ia berhasil membuat eksperimen terbarunya untuk membuat dunia yang tanpa kelemahan.
Harus diakui, kemajuan cerita dan juga tokoh – tokoh dalam film ini cukup memuaskan. Namun yang harus disayangkan adalah ketika diawal cerita kenapa harus mengulang cerita seperti film – film sebelumnya. Dari segi visualisasi, hampir tidak ada masalah dalam film ini. Namun, ada satu tokoh dimana seharusnya Ia adalah cukup penting di awal, namun tidak lagi dihadirkan dalam ending film ini, yaitu Rajit Ratha (Irfan Khan). Patut di akui penyelesaian climax dalam film ini cukup baik, apalagi ditambah dengan kuatnya chemistry para pemeran yang benar – benar menyatu. Overall, film ini menjadi salah satu film superhero yang wajib ditonton. Selamat Menonton!
Senin, 02 Juli 2012
MIRROR MIRROR
Tidak jauh seperti film – film Snow White yang lain, film yang direlease pada tahun 2012 ini juga diawali dengan cerita yang sama. Dimana Snow White (Lily Collins) hanya dibesarkan oleh ayahnya yang seorang raja. Sampai akhirnya ayahnya menikah dengan perempuan jahat yang memiliki ilmu sihir. Ayah Snow White menghilang dan Snow White hanya dikurung dikamarnya. Ibu tiri Snow White (Julia Roberts) memimpin kerajaan, sampai akhirnya kerajaan tersebut bangkrut karna keborosan dari sang istri raja tersebut. Ia memaksa rakyat untuk memberikan uang pajak untuknya sampai akhirnya Snow White meninggalkan kerajaan dan melihat sendiri keadaan para rakyat. Disisi lain Pangeran Alcott (Armie Hammer) datang dari kerajaan lain dan ingin menjalin kerja sama dengan kerajaan tersebut. Ibu tiri Snow White berusaha merebut hati Pangera Alcott, sampai – sampai ia membuat sang pangeran jatuh cinta karna ia menggunakan ilmu sihirnya. Snow White yang akan dibunuh oleh Ibu tiri nya ini melarikan diri dan bertemu dengan 7 kurcaci. Dengan keberaniannya kemudian ia menculik sang pangeran di hari pernikahannya. Sampai akhirnya Snow White mencium Pangeran Alcott untuk menghilangkan sihir pada diri sang pangeran. Sang pangeranpun tersadar dan kemudian membantu snow white untuk memusnahkan ibu tirinya.
Film yang disutradarai oleh Jarsem Singh ini cukup memberikan animasi gambar yang baik, karna terlihat di sepanjang sekuel nya menghadirkan gambar yang penuh warna.
Lily Collins yang berperan sebagai Snow White juga sangat pas dalam film ini ketimbang K-Stewart dalam memerankan Snow White di film Snow White and The Huntsman. Namun, Julia Roberts terlihat kurang kejam difilm tersebut. Perlu diketahui bahwa film ‘Mirror Mirror’ ini memang diobrak-abrik oleh Jason Keller dan Marc Klein sebagai scriptwriter-nya, karna terlihat banyak adegan – adegan baru yang belum muncul di film – film Snow White sebelumnya.
Film ini bisa dibilang sangat berbeda dengan film Snow White and The Huntsman. Meskipun keduanya sama-sama mengambil cerita dongeng Snow White, namun banyak sekali perbedaan yang dalam visualisasinya. Film ini sangat colourful.
Sang sutradara ingin menghadirkan kesan berbeda dalam penyajian film ini. Dari judulnya saja “Mirror Mirror”, namun tetap saja sebagai penonton kita tidak dapat keluar dari ekspektasi bahwa film ini adalah film yang diadatasi dari dongeng Snow White. Meskipun Julia Roberts yang berperan sebagai ibu tiri yang jahat ini diawal film sudah menjelaskan bahwa ini bukan cerita tentang Snow White, tapi tentang dirinya sendiri. Mungkin ini bisa saja terwujud jikalau Mirror-nya sendiri banyak dimunculkan dalam film ini. Kenyataannya, Mirror sendiri hanya ditunjukkan 3 atau 4 kali saja.
Secara keseluruhan ceritanya datar, dan mudah ditebak. Sedikit kecewa ketika ending dalam film ini yaitu Snow White tiba – tiba menari. Sepertinya kurang cocok. Apalagi adegan tersebut terjadi setelah Snow White menolak memakan apel yang diberi oleh bekas ibu tirinya yang kemudian disusul dengan lenyapnya ibu tiri tersebut.
Rasanya film ini sudah cukup jika hanya ditonton blueray nya saja, tanpa perlu ke bioskop. Selamat Menonton!
Jumat, 29 Juni 2012
Snow White and The Huntsman
Snow White and The Huntsman, Siapa yang belum pernah mendengar cerita tentang Snow White. Dongeng yang hampir semua anak pernah mendengarnya ini telah dilayar lebarkan sebanyak tiga kali. Film ini secara garis besarnya mengutip cerita yang ada di dongeng Snow White, namun di kemas dengan sedikit berbeda.
Ayah Snow White adalah raja yang sangat disenangi oleh rakyatnya. Ia merupakan raja yang bijaksana dan memperhatikan rakyatnya. Namun kebahagiaan keluarga Snow White berkurang sejak meninggalnya Ibu Snow White. Ketika Ayah snow white berperang dan berhasil memenangkan peperangan tersebut, ia melihat seorang tawanan yang memiliki wajah cantik. Revenna (Charlize Theron), adalah tawanan yang kemudian diperistri oleh ayah Snow White. Namun, kebahagiaan itu pun lenyap sudah. Revenna membunuh ayah Snow White dengan sangat kejam pada malam pertama mereka. Revenna yang memiliki ilmu hitam ini kemudian mengurung Snow White (Kristen Stewart) sampai ia dewasa. Revenna sangatlah takut jikalau kecantikannya akan sirna seiring dengan umurnya. Maka dari itu ia selalu mencari gadis – gadis dan diserap energinya untuk menjaga kecantikannya. Kemudian, mirror yang selalu memberikan informasi pada Revenna ini mengatakan bahwa Snow White adalah satu – satunya perempuan yang akan menjaga kecantikannya terus menerus. Kemudian, Revenna mencari snow white yang ternyata telah kabur dari ruang kurungan di istana. Revenna mengutus the huntsman (Chris hemsworth) untuk mencari Snow White. Tapi ternyata the huntsman yang melihat ada kemiripan antara Snow White dengan istrinya yang telah meninggal ini memutuskan sebaliknya, yaitu membantu Snow White. Kemudian snow white bertemu dengan 7 dwarves dan mulai merencanakan pembalasan untuk menyerang Revenna dan pasukannya bersama para rakyat.
Mari kita mengangkat dua jempol untuk negeri sebrang yang sekali lagi mengeluarkan debut film bergenre action-adventure nya untuk para pecinta film. Film yang disutradari oleh Rupert Sanders ini masih mengakar pada cerita dongengnya sendiri. Terlihat jelas ketika snow white bertemu 7 kurcaci, adegan memakan apel, dan juga Snow White yang terbangun setelah dicium. Namun, dalam film yang berdurasi dua jam lebih ini banyak memberikan sekuel yang membosankan dan tidak terlalu dibutuhkan. Misalnya saja, ketika Snow White datang kesebuah desa yang para penghuninya adalah perempuan – perempuan berwajah rusak. Ya, kita tau sekuel ini akan mendukung kebiasaan revenna yang akan mengambil energy perempuan – perempuan cantik untuk mempertahankan kemolekan wajahnya, namun tanpa sekuel tersebut, cerita tetap dapat bagus kok.
Kemudian, mari kita menengok para casts di film ini. Alasan saya tetap menonton film ini adalah kuatnya peran revenna yang diperankan oleh Charlize Theron, actingnya sangat total dan maksimal. Ia mampu menghipnotis penontonnya untuk benar – benar membencinya karna kejahatannya tersebut. Namun, ini sangat tidak sebanding dengan acting Kristen stewart yang miskin ekspresi. Tampaknya peran sebagai Snow White ini terlalu berat untuknya. Wajah catik saja tidak menunjang kesuksesan perannya tersebut. K-stewart sangat berbanding terbalik dengan Revenna. Coba kita lihat di ending cerita. Charlize Theron sebagai Revenna dengan totalnya marah dan berkobar – kobar menghadapi Snow White. Tapi apa yang dilakukan K-stewart? Actingnya lempeng, datar, dan sekali lagi miskin ekspressi.
Jika dibandingkan dengan film – film Snow White yang sebelumnya disutradari oleh Grimm, film Snow White and The Huntsman merupakan film yang paling baik. Terlihat jelas film ini memasuki 15 film terpopuler untuk tahun ini. Selamat Menonton!
Jumat, 22 Juni 2012
Love, Wedding, Marriage
Film ini dimulai dengan pernikahan Ava (Mandy Moore) dan Charlie (Kellan Lutz). Ava bekerja sebagai konselor pernikahan, kelanggengan pernikahan Ibu dan Ayahnya yang hampir mencapai 30 tahunlah yang menjadi alasannya untuk memilih pekerjaan tersebut. Sedangkan Charlie memiliki perusahaan anggur. Pernikahan mereka yang baru berumur jagung tersebut diterpa masalah karna Charlie tidak begitu suka dengan kebiasaan Ava yang menomor dua kan keluarga setelah pekerjaannya. Apalagi ketika Ibu dan Ayah Ava tiba – tiba memutuskan ingin bercerai karna ternyata Ayah Ava pernah berselingkuh dan sampai memiliki anak dari selingkuhannya tersebut. Konsentrasi Ava pada rumah tangganya sendiripun buyar, Ia berniat melakukan usaha apapun untuk menyelamatkan pernikahan orang tuanya.
Love, Wedding, Marriage. Film yang direlease pada tahun 2011 ini disutradarai oleh Mulroney. Ia adalah sutradara baru, setelah sebelumnya menjadi actor diberbagai film comedi romantic. Dari pengalamannya itulah, ia kemudian beralih menyutradarai film Love, Wedding, Marriage. Namun pengalamannya menjadi actor masih belum mampu membuatnya sukses memproduksi film ini. Ia masih belum mampu membuat film ini bersaing dengan film drama comedi romantic lainnya.
Film ini sangat jauh dari harapan saya. Lutz disini sangatlah tidak maksimal dalam perannya. Semua terkesan pas – pasan. Dia hanya mengandalkan kesempurnaan fisiknya saja. Dari segi acting ia banyak memilih cari aman. Terlihat dari setiap adegan, ekspresinya selalu begitu – begitu saja. Benar – benar kurang maksimal dan beum mendapatkan chemistrynya. Mungkin ia lebih cocok dijadikan pemain figuran saja. Lutz memang akan jauh lebuh menarik jika menjadi figuran, seperti pada saat di film Twilight Saga.
Alur cerita dalam film ini, terlalu monoton dan mudah ditebak. Saya seperti sedang menonton sinetron ataupun telenovela. Bahkan saya tidak merasakan adanya climax dalam film ini, yah begitu saja, datar dan terlalu nangung, kurang menyentuh perasaan. Selamat Menonton!
Original soundtrack
1. Ain’t That a Kick in the Head – Dean Martin
2. Still The One – Brad Wood, dkk
3. A Falling Through – ray LaMontagne
4. Charlie Shavers
5. Po Boy
6. Don’t Gotta Work it Out – Fitz and The Taturms
7. It’s Rock and Roll – Steve Isles
8. Punctual as Usual – the Person Red Heads
9Moxy – Bill Anschell
From Prada to Nada
Director: Angel Garcia
Genre: Drama Romantic
Studio : Lionsgate
Length : 107 menit
Film ini bercerita tentang dua orang gadis yang bernama Nora (Camilla belle) dan Mary (Alexa Vega). Nora adalah mahasiswi hukum dan menurutnya ia belum pernah merasakan jatuh cinta, sedangkan Mary adalah adiknya yang sangat senang hura – hura dan juga berpesta. Mereka berdua tidak pernah hidup susah karena memiliki ayah yang kaya raya. Kesenangan mereka ini terhenti ketika pada akhirnya ayah mereka meninggal dunia dan meninggalkan banyak hutang. Mereka akhirnya harus pindah karna rumah mereka tersebut akan dijual.
Pada saat di pemakaman ayahnya, tiba – tiba saja muncul seorang laki – laki yang ternyata adalah anak dari selingkuhan ayah mereka. Ia memiliki istri yang kejam, Yaitu Olivia. Olivia meminta Nora dan Mary untuk meninggalkan rumah ayah mereka karna rumah tersebut akan dijual. Mary dan Nora akhirnya tinggal di Meksiko bersama bibi mereka. Disanalah kesabaran mereka di uji. Mereka sedikit kaget dengan budaya serta lingkungan yang baru untuk mereka.
Mary dan Nora mengalami cobaan terberat dalam hidupnya. Mary mengetahui bahwa orang ia sukai yaitu Rodrigo (Kuno Becker) ternya telah memiliki istri. Sedangkan Nora menerima undangan pertunangan Edward (Nicholas D’Agosto), orang yang pertama kali membuatnya jatuh cinta. Tapi akhirnya mereka berbahagia, karna Mary mengerti bahwa cinta sejati bukanlah dari harta dan ketampanan saja, tapi juga dari hati. Mary kemudian jatuh cinta dengan Bruno (Wilmer Velderrama). sedangkan Nora pantas berbahagia pula karna Edward membatalkan pernikahannya dengan Trinita (Catalina Lopez). Karna ia mengerti bahwa Nora adalah cinta sejatinya.
Film yang bergenre drama romantic ini ingin memberikan pesan pada kita bahwa tidak selamanya hidup selalu berada diatas. Ada kejadian - kejadian yang unik dalam film ini. Film ini sangat menunjukkan perbedaan antara lingkungan Baverly Hills dan East Los Angeles. Kemudian bahasa spanyol dan inggris yang digunakan dalam film ini cukup membuat penontonnya bingung. Karna terlalu banyak percakapan yang kadang menggunakan bahasa keduanya. Kemudian dalam film ini ada beberapa adegan yang kurang natural, misalkan saja Nora, ketika Ia mabuk, aktingnya sangat tidak natural. Seperti dibuat – buat. Masih banyak lagi peran – peran yang kurang maksimal ditampilkan. Ini adalah hal yang membuat film tersebut kadang terasa hambar dan datar ditengah – tengah tiap kejadiannya. Selamat menonton!
Kamis, 21 Juni 2012
Dark Shadows
Film ini dimulai dengan kepindahan keluarga Joshua Collins (Ivan Kaye) dari Liverpool ke Amerika. Namun, kutukan yang yang didapatkan keluarga Collins tetap terus ada sampai berpuluh - puluh tahun kemudian. Kemudian, diketahui bahwa anak dari Joshua Collins yaitu Barnabas adalah pewaris Collinwood Manor. Kemudian Barnabas (Jhonny Depp) sebagai putra dari Joshua tumbuh menjadi anak yang kaya dan berkuasa di Collinsport. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Angelique Bouchard (Eva Green). Angelique sangatlah mencintai Barnabas, namun Barnabas justru mengecewakannya. Ia melihat Barnabas sedang bersama perempuan lain yaitu Josette Dupres (Bella Heathcote) . Angelique adalah penyihir sakti, Ia mengutuk Barnabas menjadi vampir, dan menguburnya hidup -hidup. Beberapa abad kemudian, Barnabas dapat keluar dari kuburannya berkat ada sekawanan orang yang tidak sengaja mengeruk tanah keburannya. Barnabas kembali ke Collinwood dan melihat kembali istananya. Namun, ia kecewa karna istananya yg masih dihuni oleh keluarga Collins tersebut sangatlah tidak terurus. Akhirnya ia dan keluarganya merencanakan membangun kembali istananya dan usahanya kembali yaitu membuka perusahaan pengalengan ikan. Angelique yang mendengar kabar bahwa Barnabas telah kembali kemudian merencanakan kembali untuk merebut hati Barnabas dan Ia juga ingin menghancurkan bisnis keluarga Collins yang menyaingi bisnisnya. Namun, usaha - usaha yang dilakukannya tersebut gagal karna Barnabas tetap tidak dapat mencintai Angelique.
Film ini sedikit membosankan karna alur cerita yang kurang menarik. Saya sedikit kecewa dengan Tim Burton, saya pikir film ini akan sebagus fim - filmnya yang sebelumnya. Tapi ternyata film ini sangat jauh dari ekspektasi saya. Cerita mengenai vampir seperti ini rasanya kurang menarik jika dibumbui dengan kisah mereka yang bekerja di pengalengan ikan. Justru lebih baik hanya terfokus pada pengutukan dan misteri - misteri dibalik Angelique dan Barnabas. Peran Jhonny Depp pada film tersebut sedikit serius sebetulnya, namun tetap saja Ia tidak dapat keluar dari karakter selengekannya.
Bisa dibilang saya sedikit kecewa pada film ini, banyak kejadian - kejadian yang muncul tanpa sebab. Jadi terkesan menggantungkan cerita.
Tapi saya rasa, bagi penggemar Jhonny Depp harus berbahagia, karna Depp terlihat sedikit gemuk di film ini. Selamat menonton!
Original soundtrack:
01. Nights In White Satin - The Moody Blues
02. Dark Shadows - Prologuea - Danny Elfman
03. I'm Sick Of You - Iggy Pop
04. Season Of The Witch - Donovan
05. Top Of The World - The Carpenters
06. You're The First, The Last, My Everything - Barry White
07. Bang A Gong (Get It On) - T. Rex
08. No More Mr. Nice Guy - Alice Cooper
09. Ballad Of Dwight Fry - Alice Cooper
10. The End? - Danny Elfman
11. The Joker - Johnny Depp






-days-of-summer-poster.jpg)
